Rabu, 15 Juni 2016

Poligami, Antara Nafsu dan Cinta

Bagi anda para wanita yang merasakan pahit dan manisnya poligami mari kita sharing disini. Manis dan pahitnya poligami akan terasa jika kita sudah melakukanya. Tulisan ini tidak lebih dari sebatas opini, bukan fakta dan realita. 

Opini saya mengenai poligami sangat simple " Poligami bagi saya adalah lambang keimanan seksual ". Dasar yang kuat dalam beberapa ayat menjadi patokan utama bagi umat manusia dalam bertindak. Ayat suci menjadi kaliber yang paling mematikan otak manusia, ayat suci meneggelamkan daya berontak manusia dalam ketidak berdayaanya termasuk kaum hawa. 

Apakah statment diatas menyalahkan ayat suci ? Mungkin saja jawabanya "IYA" bagi sebagaian orang yang tidak menggunakan otaknya dalam berpikir, namun bagi orang yang kaya akan logika maka bisa jadi itu adalah kekliruan dalam hal penafsiran ayat kauniah dan kauliahnya. 
Katanya islam agama Universal, tapi banyak yang masih memanfaatkan keberlakuan zaman dahulu dengan kondisi jaman sekarang hanya dengan embel-embel ibadah dan mengikuti sunnah kemudia menikah seenak nafsunya. 

Poligami bagi saya tidak lebih dari nafsu manusia yang dinamis dalam bersenggama. Jika anda cinta pada pasangan anda apakah anda rela menyakitinya, secara pisikis tidak ada wanita yang rela diduakan. Menduakan wanita dengan membawa-bawa ayat dan hadist adalah cara sederhana manusia dalam menipu pasanganya. 

Orang pada jaman jahiliah memiliki istri lebih dari satu tidak semata-mata karena dorongan seks namun banyak faktor yang lain. Nafsu dan Cinta sangat susah untuk dibedakan, didalam cinta terkadang terdapat nafsu dan didalam nafsu belum tentu ada cinta. Bagi anda yang sudah dan ingin berancang-ancang buat poligami maka jangan sungkan-sungkan untuk melakukanya demi sunnah Rosull. 
Jika anda menjalankan sunnah rosull masa kini maka tidak ada alasan lagi buat anda untuk berpoligami kecuali ada alasan yang sangat penting.