Contoh Anekdot Lucu Dalam Cerita dan Pecakapan

Contoh Anekdot Lucu Dalam Cerita dan Pecakapan terlengkap dengan banyak tema yang sedang hangat mulai dari isu pemilahan umum, pilkada sampai dengan anekdot humor yang lucu yang bisa ditemukan di sekitar kita. Apa itu teks anekdot ? Ya, simplenya adalah sebuah teks atau percakapan yang isinya humor, joke yang dilakukan dengan halus atau dengan niat kebaikan. 

Ok dibawah ini beberapa sample dari contoh anekdot lucu yang bisa kami sajikan kepada kamu dan tentu saja nanti bisa dengan mudah kalian membuatnya sendiri dengan persi percakapan atau cerita yang berbeda.

Contoh Anekdot Lucu Dalam Cerita dan Pecakapan

Anekdot Pilpres


Anekdot 1 :  ISLAM PHOBIA

Alkisah, menjelang pilpres di suatu negeri. salah seorang ketua partai pendukung salah satu capres memerintahkan kader2nya untuk pergi shalat jum'at dan merekam khotbah sang khatib. Kader yg tk punya handphone dibekali handphone. Ketua partai curiga karena banyak khatib2 yg organisasinya berpihak pd kubu capres lawan.

Setelah selesai jum'at ketua partai meminta laporan kader2nya. "Bagaimana ada hal yg mencurigakan, ada kampanye negatif kan, ada rekamannya kan?

Semua kader diam.

"Nihil, bos! Kubu lawan sudah tahu rencana kita. di dinding mesjid ditulis: HARAP NONAKTIFKAN HP" Jadi kami terpaksa matikan hape kami. Khotbahnya pun kayaknya disengaja semua isinya baik2 saja, bos. Intinya mengajak kita untuk dkat dgn Tuhan, bos. "

Sang Bos-pun tepar.

Anekdot -2 : PEBISNIS KAYU

Alkisah, salah seorang capres yg akan maju pada pilpres di sebuah negeri berpidato didepan ribuan profesional, akademisi dan pengusaha.

"Hampir separo umur saya dihabiskan untuk bisnis jualan kayu di luar negeri, saya mengerti dengan detail investasi di dunia internasional! Pidato beliaudengan bangganya.

"Jadi, kalau ada yg bilang kalau saya tak mengerti hubungan luar negeri karena wajah ndeso saya, jangan underestimate! pengalaman saya sudah membuktikan!" lanjut beliau.

Seorang peserta tunjuk tangan."jadi jika anda terpilih jadi presiden,berarti anda akan mengelola bangsa besar ini kayak jual beli seperti pengalaman anda bertahun-tahun tersebut?"

"Yup, persis begitu! karena saya adalah pekerja partai! Pengalaman partai saya mengajarkan begitu!"
Tepuk tanganpun menggema digedung tersebut, menyorakkan namanya.

Seorang tua dipojok gedung, matanya basah:"Nak, Hubungan luar negeri itu tidak hanya jualan kayu, tp gimana framework politik/ekonomi/militer bangsa kita untuk mempertahankan kedaulatan, meluaskan pengaruh politik/ekonomi/militer, mengambil posisi penting / berkiprah dalam percaturan global, dan mempertahankan harkat&martabat bangsa diantara bangsa lain. Benar-benar enggak mikir kamu nak?" bisiknya sambil berlalu pergi.

Anekdot -3 : SUMBANGAN

Alkisah, disuatu negeri yang sedang rebutan kursi penguasa. Salah satu pesaing yg sudah kaya raya, apalagi wakilnya...punya trik membuka posko sumbangan dimana-mana...

Di sebuah panti asuhan, si udin berkata pada temannya :" andai uang sumbangan itu untuk kita..." 

Di jalanan seorang anak penjaja koran berkata pada ibunya : " andai, uang sumbangan itu untuk kita ya bu...."

Begitupula para peminta-peminta yg duduk di emperan pasar pojok kota berpikiran sama: " andai..sumbangan itu untuk kita...." 


Begitulah Demokrasi Ala Indonesia, negeriku tercinta.

Salam.

Contoh Anekdot Politik


KPU menetapkan, Rabu 15 Februari 2017 sebagai hari pelaksanaan pilkada serentak. Di DKI Jakarta, Presiden Joko Widodo  tidak boleh nyoblos. Ini pernyataan nyleneh tapi cerdas untuk ukuran seorang siswa SMA kels 12 (dua belas).

Nyleneh, karena seprtinya anak itu mewakili orng yang tidak paham soal sistem ketatanegaraan. Cerdas, karena di kepala anak tersebut rupanya tersimpan undang-undang yang simpang siur, tumpang tindih, nyaris carut-marut.

Kepada guru, dia memaparkan, dalam Undang Undang Dasar  1945,   Pasal 10 disebutkan, bahwa Presiden memegang kekuasaan yang tertinggi atas Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara.  

Presiden Joko Widodo, kata anak cerdas itu, merujuk pasal 10 adalah Panglima Tertinggi TNI (Pangti TNI). Jadi, demikian dia mengambil kesimpulan, Presiden Joko Widodo tidak punya hak pilih, dan itu berarti Presiden tidak boleh nyoblos.

Guru anak itu mlongo, wajah merebak merah, hatinya panas. Dia meminta agar anak didiknya membeberkan alasan lain.

Tanpa ragu anak itu menyebut, “Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo dan anggota TNI yang lain kan tidak diberi hak pilih. Sampai-sampai Jendral Gatot Nurmantyo merasa menjadi orang asing di negeri sendiri. Di Indonesia, tetapi gak punya hak politik. Kalau Panglimanya kagak milih, Pangtinya juga dong,” kata dia tanpa basa-basi.

Terus, kejar sang guru, maumu kayak apa?

Presiden Joko Widodo harus taat Undang-Undang. Sebelum duduk di kursi istana, dia telah mengucap sumpah dan janji seperti termuat di pasal 9 UUD 1945.  

Sumpah dan janji Presiden dan wakil dia baca dengan lantang:

 “Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaik- baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti, kepada Nusa dan Bangsa.”

“Saya berjanji dengan sungguh-sungguh akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaik-baiknya dan    seadil-adilnya,      memegang   teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti, kepada Nusa dan Bangsa”

Nah, kata anak itu, mau melanggar sumpah dan janji? Siap-siap aja diseret ke sidang istimewa, seraya ketawa ngakak......

Gundulmu, kata Pak guru. Soal penggunaan istilah panglima tertinggi oleh Letnan Jenderal TNI Purnawirawan Sayidiman Suryahadiprojo,  salah satu pembicara dalam seminar yang diadakan di Universitas Paramadina, setahun lalu, dianggap melanggar Pasal 10 UUD 1945. Di sana tidak ada istilah itu. Kalau Presiden berKTP Sollo, memang kagak boleh, itu jelas.

Contoh Anekdot Pendidikan

Dalam sebuah acara KKG (Kelompok Kerja Guru)  seorang narasumber menanyakan kehadiran peserta dari sebuah sekolah. Beliau meminta peserta dari sekolah tersebut untuk mengacungkan tangan sebagai tanda kehadiran. Namun tak satu pun yang mengacungkan tangan kecuali kepala sekolahnya dari sekolah yang dimaksud. Narasumber pun bertanya lagi apakah hanya beliau saja yang datang? Ternyata kepala sekolah tersebut datang bersama beberapa teman temannya yang lain.

Dan kepala sekolah tersebut menunjuk teman temannya yang hadir yang berasal dari sekolah yang sama,

" Yang hadir itu dari sekolah kami, Saya, Ibu Ini, Bapak Itu, Ibu Ini, bapak yang itu dan Ibu Itu" Demikianlah sang kepala sekolah memperkenalkan teman temannya dengan menunjuk dengan jarinya. Semua melihat ke arah kepala sekolah tersebut. Tapi tak satu pun yang merasa lucu. Semua serius.

Kok memperkenalkan teman temannya dengan kata ini dan itu? Apakah teman teman beliau tidak memiliki nama?

Contoh Anekdot Gagal Faham

Ooooopppsss……bikin orang salah tingkah dan berfikir macam-macam, eh ..cukup satu macam saja lebih bagus kayaknya.

Ini sebenarnya pengalaman pribadi yang bikin ngakak saya pribadi ketika memori itu muncul kembali…hahhahhahaaa begitulah ketawa sayahehhe..

Nah, kisah ini saya alami kira-kira Bulan Juni kemarin.Kebetulan saya itu anak perantauan di Surabayajadi saya tinggal di rumah kost. Waktu itu saya habis keluarcari angina sambil bercuap-cuap di lantai dasar Apartemen Square Surabaya. Eh gak taunya jam menunjukakan pukul 2 dini hari balik deh ke kost.

Terus waktu saya mau minum eh kecewa berat saya sama gallon saya ternyata airnya habis, terpaksa deh saya harus keluar buat beli air. Waktu itu tiba-tiba saya ingat didepan kost saya ada toko yang buka selama 24jam. Ya sudah saya segera meluncur kesana dalam hati berkata..”ye..yee..yee.. minum air..minum air..”.akhirnya sapailah saya di toko tersebut kebetulan juga banyak orang –orang yang lagi nongkrong disana dan makan atau minum disana.

Saya langsung Tanya sama si mas penjual
Saya: “mas, ada air mineral gak mas?”
Mas penjual: “Aduuuh…ga ada mba. Adanyaair ember.”
Sambil melihat mas penjual dan bengong, saya berfikir ini orang ngajak berantem kayaknya. Ya sudahlah.
Tiba-tiba ada mas yang lagi makan disitu ikutan bicara.
Mas Pembeli: “ Mas, sampean itu ditanya baik-baik kok malah jawabnya seperti itu.”
Mas penjual : “ Seperti itu gimana si mas?”
Mas Pembeli: “ Ditanya ada air mineral malah dijawab air ember, mas faham gak sebenarnya air mineral itu?”
Mas Penjual : “Ya faham to mas…air PDAM kan mas..(sambil nyengir)?
Mas Pembeli : “ Aduuh mas…,,air mineral ya air dalam kemasan botol itu mas aqua atau apa itu mas. Makanya sampean ditanya air mineral sama mba nya jawabanya malah ditawari air ember. Beruntung mba nya gak marah..bisa berabe mas….
Mas Penjual: “ Waduuhh..ealah mas sampean kog gak bilang dari tadi si mas..,, maaf ya mba (sambil melihat kearah saya), saya ndak tahu maksudnya air mineral tadi (sambil salah tingkah).
Saya : “ Oh iya mas ga papa kog mas (sambil ngakak bareng mas-mas pembeli lainya)”
HHaahhahhaha….

Seusai itu saya selalu tertawa ketika mengingat kejadian itu yang bikin pusing itu ketika saya harus mengingatnya dijalan jadi tertawa sendiri seperti orang gila. 

Ok sekian dulu beberapa contoh anekdot lucu yang kami himpun dari berbagai sumber semoga bermanfaat.