Tampilkan postingan dengan label IPS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPS. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Juni 2017

Hakikat Pembelajaran IPS (social studies)

1.     Pengertian Ilmu Pengetahuan Sosial
Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan salah satu bidang pengajaran disekolah yang bertujuan mengembangkan sikap, pengetahuan, dan ketrampilan sosial yang berisikan konsep dan pengalaman belajar yang dipilih dan diorganisir dalam kerangkan studi keilmuan sosial (Hasan & Salladin, 1996: 10).
Istilah Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan terjemahan dari Social Studies. NCSS (National Council for Social Studies, 2000), mendefinisikan Social Studies sebagai berikut:
Social Studies are the integrated study of the social sciences and humanities to promote civic competence. Within the school program, social studies provides coordinated, systematic study drawing upon such disciplines as anthrophology, archaelogy, economies, geography, hystory, law, philosophy, political science, psychology, religion, and sociology, as well as appropriate content from the humanities, mathemathies, and the natural sciences.
         (http://re-searchengines.com/mangkoes6-04-4.html).
                 Berdasarkan definisi diatas, Ilmu Pengetahuan Sosial dapat diartikan sebagai kajian terpadu dari ilmu-ilmu sosial dan untuk mengembangkan potensi kewarganegaraan. Di dalam program persekolahan Ilmu Pengetahuan Sosial dikoordinasikan sebagai bahasan sistematis dan dibangun diatas beberapa disiplin ilmu antara lain Anthropologi, Arkeologi, Ekonmi, Geografi, Sejarah, Hukum, Filsafat, Ilmu politik, Agama, Sosiologi dan juga mencakup materi yang sesuai dari humaniora, matematika, dan ilmu-ilmu alam. (http:// re-searchengines.com/mangkoes6-04-4.html)
                 Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan seperangkat fakta, peristiwa, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan perilaku dan tindakan manusia untuk membangun dirinya, masyarakatnya, bangsanya, dan lingkungannyaberdasarkan pada pengalaman masa lalu yang dapat dimaknai untuk masa kini, dan diantisipasi untuk masa yang akan datang.
                     Dari berbagai definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa Ilmu Pengetahuan Sosial (social studies) merupakan kajian-kajian ilmu-ilmu sosial secara terpadu yang disederhanakan untuk pembelajaran di sekolah. Ilmu Pengetahuan Sosial dapat diartikan sebagai kajian terpadu dari ilmu-ilmu sosial dan untuk mengembangkan potensi kewarganegaraan. Di dalam program persekolahan Ilmu Pengetahuan Sosial dikoordinasikan sebagai bahasan sistematis dan dibangun diatas beberapa disiplin ilmu antara lain Anthropologi, Arkeologi, Ekonmi, Geografi, Sejarah, Hukum, Filsafat, Ilmu politik, Agama, Sosiologi dan juga mencakup materi yang sesuai dari humaniora, matematika, dan ilmu-ilmu alam. (http:// re-searchengines.com/mangkoes6-04-4.html)
                 Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan seperangkat fakta, peristiwa, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan perilaku dan tindakan manusia untuk membangun dirinya, masyarakatnya, bangsanya, dan lingkungannyaberdasarkan pada pengalaman masa lalu yang dapat dimaknai untuk masa kini, dan diantisipasi untuk masa yang akan datang.
     Dari berbagai definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa Ilmu Pengetahuan Sosial (social studies) merupakan kajian-kajian ilmu-ilmu sosial secara terpadu yang disederhanakan untuk pembelajaran di sekolah.
2.      Hakekat pembelajaran IPS
                     Hakikat pembelajaran adalaah suatu proses terjadinya interaksi antara peserta didik dengan komponen-komponen pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Komponen itu meliputi siswa, kurikulum, lingkungan guru, model, dan media pembelajaran.
                     Pembelajaran adalah proses, cara menjadikan orang atau makhluk hidup belajar. Pembelajaran adalah kombinasi yang tersususn meliputi unsur-unsur material, manusiawi, fasilitas perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencaapi suatu tujuan pembelajaran (Oemar Hamalik, 2001 : 57). Sedangkan menurut Sudjana (2000: 6), pembelajaran sebagai usaha pendidik untuk membantu peserta didik melakukan kegiatan belajar.ang bersifat hafalan, melainkan terletak pada upaya agar mereka mampu menjadikan apa yang telah dipelajarainya sebagai bekal dalam memahami dan ikut serta dalam melakoni kehidupan masyarakat lingkungannya, serta sebagai bekal bagi dirinya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tingi. Disinilah sebenarnya penekanan misi dari pendidikan IPS. Oleh karena itu, rancangan pembelajaran guru hendaknya diarahkan  dan difokuskan sesuai dengan kondisi dan perkembnagan potensi siswa agar pembelajaran yang dilakukan benar-benar berguna dan bermanfaat bagi siswa.
                     Karakteristik mata pelajaran IPS berbeda dengan disiplin ilmu lain yang bersifat monolitik. Ilmu pengetahuan social (IPS) merupakan integrasi dari berbagai disiplin ilmu-ilmu social, seperti sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi. Rumusan Ilmu Pengetahuan Sosial berdarkan realitas dan fenomena social melalui pendekatan interdisipliner.
            Mata pelajaran IPS di SMP/ MTs memiliki beberapa karakteristik antara lain sebagai berikut (Trianto. 2010:175):
a.       Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan gabungan dari unsur-unsur geografi, sejarah, ekonomi, hukum dan politik, kewarganegaraan, sosiologi, bahkan juga bidang humaniora, pendidikan dna agama.
b.      Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar IPS berasal dari struktur keilmuan geografi, sejarah, ekonomi, dan sosiologi, yang dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi pokok bahasan atau topic (tema) tertentu.
c.       Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dapat menyangkut berbagai masalah social yang dirumuskan dengan pendekatan interdisipliner dan multidisipliner.
d.      Standar Kompetensi dan Kompetesi Dasar apat menyangkut peristiwa dan perubahan kehidupan masyarakat dengan prinsip sebab akibat, kewilayahan, adaptasi dan pengelolaan lingkungan, struktur, proses, dan masalah social serta upaya-upaya perjuangan hidup agar survive seperti pemenuhan kebutuhan, kekuasaan, keadilan dan jaminan keamanan.

Read More