Tampilkan postingan dengan label Novel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Novel. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Juni 2016

Eksibisionis

red # 1
Dua setengah jam menduduki bangku kuliah, saatnya melepas keluh dan kesah , gerbang timur sasaran langkah kaki monis, sembari mengayunkan tanganya melihat arloji kesayanganya, menuju sedan merah ,yang dua bulan terakhir setia menunggunya, ,
****Bersambung ****
Nampaknya awan, sinar, angin bersahabat, rambut lembat, langkah tersekat kilat tidak menghampiri suasana sore itu. Lirikan Antara mengisaratkan kekasih hatinya untuk memasuki mobil dan bibirnya mulai bergerak denga isyarat-isyarat larat , semkain merapatkan hasrat ingin mengulangi sentuhan tempo kemarin.
Mobil Antara melaju kencang menju suatu tempat, yang sengaja tidak pernah  diinformasikan sebelumnya, meskipun beberapa pertanyaan keluar manis dari bibir monis. diam dan menunjukan tindakan, nampaknya strategi Antara hari ini, untuk meraup rasa sayang monis yang kian sinis.
Malam mulai datang, senja sudah pulang, sepanjang perjalanan tampak wanita-wanita jalang yang mulai terpampang, klub malam nampaknya tujuan kencan mereka malam ini. dengan sedikit perbaikan kostum, monis yang mulai hobi modis, lingkungan kelap-kelip tampak dari sorotan upuk mata sang gadis.
Romantisme malam , lampu pijar adalah saksi bisu ” kumpulan eksibisionis” yang kian sadis.
google pict
Baju seadanya, celana ala kadarnya, menyelimuti tubuh indah si monis, nampaknya dia mulai belajar menghargai lingkungan. inilah pelajran yang ia petik dari kisah malam ini. Mskipun hidupnya terbiasa di gurun, namun dengan gampangnya dia berfotosintesa ke daerah pantai.
Tiga bulan menjalin hubungan dengan antara, psikologis monis mulai merambat ke arah tata busana yang ia kenakan, mulai bangga apabila benda-benda indah pada tubuhnya mulai dinikmati oleh lawan jenisnya. tanpa ia sadar, ternyata itu adalah hasil pantulan silau, yang mampu meredupkan mata batinya.
dalam kisah yang ke dua ini, penulis akan memaparkan tahap perkembangan manusia, yang mulai jungkir balik dengan definisi ke adaan yang mulai mematikan logika dan indra.
Sirne , jam mungil, pagi ini teramat mengusik dan menghilangkan kenikmatan hibernasi monis. Pukul 09: 50 Wib. memaksa klopak matanya terbuka, membuang jauh rasa, yang nempel dikepala, yang semula terasa terikat batu dan baja.
25 menit dikamar mandi , bayang cermin disebelah kiri, kecantikan pagi ini, makin berseri, langkah kaki menuju alamari, Mulai dengan memilih warna baju,celana , ukuran. Kelihatanya semua warna cocok sekali dengan paras manja monis.
Dandanan agak terkesan pulgar, belahan dada sedikit terpaparkan, paha lumayan banyak dilihatkan, penuh hiasan badan, minim atribut kain namun kaya jiwa eksibisionis. Semua remaja pasti menginginkan keelokan tubuhnya disanjung semua lelaki, sebaliknya lelaki juga demikian, sesekali tak apalah menggunakan gaun minim seperti ini. bukankah Tuhan menyukai yang Indah-indah, tapi apakah termasuk keindahan tubuh saya. “Tanya monis dalam hatinya”.
Read More